Tugas Akhir / Skripsi Sastra Jepang
Disusun oleh: Sarmiati Usman
Jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin
Makassar
2014
Abstraksi
Polisemi merupakan kata yang memiliki makna lebih dari satu sehingga di golongkan menjadi makna dasar dan makna perluasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dasar dan makna perluasan serta hubungan di antara kedua makna tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data adalah Koran Asahi Digital dari yang diterbitkan dari bulan Januari sampai dengan April 2013. Analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi makna, menentukan makna dasar, dan hubungan antar makna.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada verba tsuku-ru terdapat 9 makna, yang terdiri dari 1 makna dasar yaitu membuat dan 8 makna peluasan yaitu Memproduksi, Menciptakan, Membentuk, Memelihara, Membuat hubungan, Mencetak, Menulis, dan Membangun. Terdapat pula hubungan antar makna keduanya yaitu cara dan hubungan secara metomini yang memiliki keterkaitan antar waktu maupun ruang atau hubungan secara metafora yang memiliki kesamaan sifat.
Kata Kunci: Polisemi, Tsuku-ru, Asahi Shinbun Digital
Daftar Pustaka
Wijaya. G.P. (2011).Tesis Polisemi pada Leksem HEAD.Bali : Universitas Udayana.
Verhaar, J. (2010). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: PT Gadjah Mada University Press.
Umesao, T. (1995). The Great Japanese Dictionary second edition 日本語大辞典. Japan: Kodansha printed.
Tomoshichi, K. (1998). Taishukan's Genius Japanese-English Disctionary.Tokyo: Taishukan.
Sugiyono, P. D. (2008). Metode Penelitian Kuantitaf Kualitatif dan R&D. Bandung: PT. Alfabeta.
Sudaryanto.(1990). Aneka Konsep Kedataan Lingual dalam Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press
Shimizu Mamoru, dkk. (1976).The kodansha japanese-english dictionary.Tokyo: Kodansha
Parera, J. (1990). Teori Semantik. Jakarta: PT Erlangga.
Paramita, M. (2011). Analisis Fungsi Setsuzokujoshi Nagara dalam Novel Koi Uranai Karya Jiro Akagawa. Jakarta: Undergraduate thesis, BINUS.
Nurjana, Nunung. (2010). Analisis Makna Verba Tooru sebagai Polisemi dalam Bahasa Jepang. Bandung: Universitas Indonesia.
Nelson, A. N. (2008). Kamus Kanji Modern. Jakarta: Kesaint Blanc.
Mori T.(1975). Kamus Jepang-Indonesia. Tokyo: Japan Indonesia Association, Inc.
McClure, W. (2000). Using Japanese. Cambrige: United Kingdom at the University Press.
Matsura, K. (1994). Kamus Bahasa Jepang-Indonesia. Kyoto: Kyoto Sangyo University Press.
Matsunaga, G. (1959). Kamus Baru Jepang-Indonesia. Tokyo: Daigaku Shorin.
Kurnia, Asih. (2010). Analisis makna tatsu sebagai polisemi dalam Bahasa Jepang. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Kindaichi, H. (1965). 国語辞典. Japan.
Kenbou H,dkk (1981).新明解国語辞典..Tokyo: Sanseido Press.
Ishimori Nobuo,dkk. (1998). Junior Anchor 国語辞典. Tokyo: Gakken.
Djajasudarma,Fatimah. (2009). Semantik 1. Bandung: PT Refika Aditama.
Dedi, Sutedi. (2008). Pengantar Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Chaer, A. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Asahi Shinbun Digital. Januari - April 2013. http://www.asahi.com/ (Diakses Desember 2012)
Antunano, I. (1999). Thesis Polysemy and metaphor in perception Verb: A Cross Linguistic Study. Inggris:University of Edinburgh.
Aminuddin, M. (1985). Semantik. Bandung: PT Sinar Baru.
Alwasilah, A. (2011). Linguistik Suatu Pengantar. Bandung: PT Angkasa.
Akiyasu, T. (1998). Junior Anchor 漢和辞典. Tokyo: Gakken.
________________. (2010). Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora Utama Press.
_____________.(1988). Metode Linguistik Bagian Kedua Metode dan Aneka Teknik Pengumpulan Data. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
_____________.(1986). Metode Linguistik Bagian Pertama Ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press