Skripsi / Tugas Akhir Sastra Jepang
Disusun oleh: Firda Wahyuni
Jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin
Makassar
2014
Abstraksi
Penelitian ini bertujuan memberi pemahaman mengenai dinamika perempuan pekerja Jepang pada zaman modern periode 2001-2012. Dinamika yang dimaksud yaitu kebijakan pemerintah dalam memberikan dukungan kepada pekerja perempuan Jepang, kondisi pekerja perempuan Jepang, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut serta dampak yang timbul akibat semakin banyaknya perempuan yang bekerja di Jepang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode deskripsi-narasi digunakan sebagai metode penulisan. Penulis menjelaskan persoalan dari sudut pandang penulis yang berdasarkan pada data-data yang telah dikumpulkan dan dianalisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika perempuan pekerja Jepang tidak mengalami perubahan yang besar pada periode 2002-2012. Meskipun demikian, partisipasi perempuan yang bekerja sebagai pekerja non-reguler mengalami kenaikan sedangkan perempuan yang bekerja sebagai pekerja regular mengalami penurunan. Bila dilihat dari banyaknya jumlah perempuan yang bekerja maka dapat dikatakan bahwa budaya yang melarang perempuan untuk bekerja di luar rumah telah mulai berubah di zaman modern khususnya pada periode 2002-2012. Namun diskriminasi masih dirasakan oleh pekerja perempuan Jepang meskipun larangan tindakan diskriminasi sudah diberlakukan. Misalnya dalam hal pemberian upah yang masih didasarkan pada sistem senioritas dan kesempatan untuk menempati posisi tinggi dalam suatu perusahaan. Menempati posisi tinggi bagi pekerja perempuan sangatlah sulit sebab manajemen perusahaan Jepang tidak begitu mendukung perempuan sebagai pekerja dan ibu rumah tangga. Selain itu, bagi perempuan akan sulit untuk masuk dalam sistem senioritas sebab mereka akan cuti pada saat mereka melahirkan. Banyaknya jumlah perempuan yang bekerja berdampak pada penundaan pernikahan, penurunan angka kelahiran, tindakan aborsi, penuaan yang tinggi, serta semakin tingginya tindakan pelecehan seksual yang dialami perempuan di tempat kerja.
Daftar Pustaka
Yu, Wei Hsin. 2003. Gendered Trajectories: Women, Work, and Sosial Change in Japan and Taiwan.
Yu, Gendai. 2005. A Nagging Sense of Job Insecurity : The New Reality Facing Japanese Youth. Japan: International House of Japan, Inc.
Yoshino, M.Y. 1971. Japan’s Managerial System Tradition and Innovation. The MIT Press Massachusetts Institute of Technology.
Wohr Ulrike, dkk. 1998. Gender and Modernity, Rereading Japanese Women’s Magazine. International Symposium in Europe.
William, Dede. 2006. Gender bukan tabu : catatan perjalanan fasilitasi kelompok perempuan di Jambi. Center for International Foretry Researc (CIFOR)
Widyahartono, Bob. 2003. Belajar Dari Jepang : Keberhasilan Sebagai Negara Industri Asia. Jakarta: Salemba Empat.
Toshiaki, Tachibanaki. 2010. The New Paradox For Japanese Women: Greater Choice, Greater Inequality Japan: International House of Japan, Inc.
Tonomura, Hitomi, Walthall, Anne, dan Haruko, Wakita.1999. Women and Class in Japanese History Michigan: Center for Japanese Studies The University of
Tachi, Ryuichiro. 1993. The Contemporary Japanese Economy: An Overview. Tokyo : University of Tokyo Press
Soekanto, Soerjono. 2000. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Situmorang Hamson dan Uli, Rospita. 2011. Telaah budaya dan masyarakat Jepang. Medan : USU Press.
Sasaki, Naoto. 1985. Manajemen dan Struktur Industri Jepang. Jakarta: PT. Midas Surya Grafindo.
Sartono, Budi. 2005. Gaya Manajemen Jepang Berdasarkan Azas Kebersamaan dan Keakraban. Jakarta: Hecca Publishing.
Ross Mouer, Craing Norris. 2009. Modern Japanese Culture, Cambridge University Press.
Rochmat, Saefur. 2009. Ilmu Sejarah dalam Prespektif Ilmu Sosial. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Okamura, Masu. 1983. Peranan Wanita Jepang. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurhaeni, Ismi Dwi Astuti, Kebijakan Publik Pro Gender, Surakarta, UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press), 2009.
Moleong, Lexy J. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Michigan.
Konkon Subrata, dkk., 2000, Dinamika Kelompok, Morale Kelompok dan Kepemimpinan Kelompok. Bandung:Lab. Pendidikan Luar Sekolah, FIP UPI
Iwao, Sumiko.1993. The Japanese Women: Traditional Image and Changing reality. New York : The Free Press
Ishida, Eiichiro. 1986. Kebudayaan Jepang. Dialihbahasakan oleh Arifin Bey. Jakarta: PT. Dianrakyat.
Irsan, Abdul. 2005. Jepang Politik Domestik, Global & Regional. Makassar : Hasanuddin University Press.
Imamura, Anne E. 1996. Re-Imaging Japanese women. Californaia: University of California Press,
Hideo, Inohara. 1990. Human Resource Development in Japanese Companies, Asian Productivity Organization : Tokyo.
Hardiman, Budi. F. 2007. Filsafat Modern. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Fukutake, Tadashi. 1988 Masyarakat Jepang Dewasa Ini. Dialihbahasakan oleh Sayidiman suryohadiprojo, Jakarta: Gramedia.
Fakih, Mansour. 1999. Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Doi Takeo, M.D. Anatomi Dependensi Telaah psikologi Jepang. dialihbahasakan oleh Arifin Bey. Jakarta : PT Gramedia.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Cahyo Budi Utomo. 1995. Dinamika Pergerakan Kebangsaan Indonesia. Semarang : IKIP Semarang Press.
Bhasin, Kamla dan Night Said Khan. 1995. Feminisme dan Refleksinya. Dialihbahasakan oleh S Herlina. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Bellah, Robert N. 1992. Religi Tokugawa: Akar-akar Budaya Jepang. Dialihbahasakan oleh Wardah Hafidz dan Wiladi Budiharga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arif, Muhammad. 2011. Pengantar Kajian Sejarah. Bandung : Yrama Widya.
Amin, Mudzakkir, dkk. 2010. Identitas Perempuan Indonesia :Status, Pergeseran Relasi Gender, dan Penjuangan Ekonomi Politik. Depok : Desantara Foundation.
Ali, Hasan, dkk. 2011. Pedoman Penulisan dan Pelaksanaan Ujian Skripsi. Makassar : Tim Penyusun.
Abbas, 2006. Idealisme Perempuan Indonesia dan Amerika 1920-1940. Makassar : Eramedia.
Jurnal dan internet:
An International Comparison of Gender Equality: Why Is the Japanese Gender Gap So Persistent? MargaritaEstévezAbe (www.jil.go.jp/english/.../JLR38_estevez-abe.pdf (diakses pada tanggal 19 maret 2014)
Ika Pratiata, Ina. 2005. Menguak Kehidupan Kaum Wanita Jepang. http://ejournal.unesa.ac.id/article/8474/107/article.pdf (diakses 10 Februari 2014)
Kelly Barrett , Women in the Workplace: Sexual Discrimination in Japan www.wcl.american.edu/hrbrief/11/2barrett.pdf (diakses pada tanggal 16 Maret 2014)
Ramzielah F, Fildy. 2012. Undang-undang Cuti Mengasuh Anak Untuk Mengatasi Shoushika Mondai di Jepang ditinjau dari Faktor Sosial Budaya. http://journal.unair.ac.id/filerPDF/JapanologyFidy%20Ramzielah.pdf (diakses tanggal 11 Februari 2014)
Safitri, Retno. 2006. Subordinasi Perempuan Jepang Dalam Dunia Publik di Era Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Tahun 1960-1980-an; Dianalisa Dengan Teori Feminis Sosialis- Iris Young. http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20159730...Subordinasi%20perempuan (diakses pada tanggal 12 Februari 2014)
Saleha, Amaliatun.2010. Profile Pekerja Wanita Jepang Pada Zaman Modern. http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2011/08/pustaka_unpad_profil_pekerjaan_wanita_modern.pdf (diakses pada tanggal 12 Februari 2014)
Santosa, Slamet. 1992. Dinamika Kelompok. Jakarta: Bina Aksara. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan.pdf (diakses pada tanggal 12 Februari 2014)