Kesantunan Imperatif di Kalangan Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin

Tugas Akhir / Skripsi Sastra Jepang
Disusun oleh: Yusriadi
Jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin
Makassar
2012

Abstraksi

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang kesantunan imperatif yang terdapat pada interaksi antarmahasiswa Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin Makassar meliputi strategi kesantunan imperatif, wujud pemakaian kesantunan imperatif, dan kesantunan inperatif yang dimiliki mahasiswa Fakultas Sastra. Pada penelitian ini digunakan metode pengumpulan data dengan penelitian pustaka dan penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilakukan dengan teknik sadap, teknik simak, dan teknik catat.

Dari segi strategi kesantunan dalam bertutur, mahasiswa menggunakan kata-kata yang dapat membuat tuturannya terdengar santun. Misalnya dengan menggunakan kata saya minta dengan hormat, saya mohon, saya harap dan lain sebagainya. Strategi yang lain misalnya dengan menggunakan kata-kata yang bersifat akrab seperti kawan, teman, partner serta menggunakan partikel yang dalam kebiasaan bertutur etnis Bugis-Makassar dinilai mengandung unsur kesantunan. Partikel yang dimaksud yaitu kita atau ki.

Di kalangan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin, tingkat kesantunan imperatif dapat terlihat dan ditentukan oleh beberapa faktor. Di antaranya seorang junior akan lebih santun ketika bertutur kepada seniornya. Sebaliknya senior cenderung tidak memiliki kesantunan imperatif terhadap juniornya, kecuali terhadap junior yang perempuan karena adanya faktor lain yang ikut berpengaruh misalnya untuk mendapatkan perhatian dan sebagainya.


Daftar Pustaka

Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Penerbit Andi
Verhaar, J. W. M. 1996. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadja Mada
University Press.
Tarigan, Henry Guntur. 1990. Pengajaran Pragmatik. Bandung : Angkasa
Searle, John R. 1975. ‘Indirect speech scts’. Dalam P. Cole and J. Morgan (ed). Syntax and Semantics. Vol 3: Speech acts. New York: Acadenic Press.
Rahardi, Kunjana. 2000. Pragmatik. Kesantunan Inferatif Dalam Bahasa Indonesia. Ciracas, Jakarta: Erlangga
Ohoiwutun, Paul. 1997. Sosiolinguistik, Memahami Bahasa dalam Konteks Masyarakat dan Kebudayaan.. Jakarta: Kesaint Blanc.
Moeliono, Anton M. 1991. Santun Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Levinson and Stephen C. 1983. Pargmatics. London: Cambridge University Press.
Leech, Geoffrey N. 1983. Principles o f Pragmatics. London: Longman
Keraf, Gorys. 1980. Tatabahasa Indonesia untuk Sekolah Lanjutan Atas. Ende: Nusa Indah.
Ibrahim, Abd. Syukur. 1993. Kajian Tindak Tutur. Surabaya: Usaha Nasional
Hymes, Dell (ed). 1974. Languange in Culture and Society, A Reader in Linguistics and Anthropology. New York: Happer & Row Publisher Inc.
Fraser, Bruce. 1983. “The Domain of Pragmatics”. Dalam Language and Communication, Jack C. Richards & Richard W. Schmidt. London: Longman.
Dardjiwidjojo, Soejono (Ed). 1995. Perkembangan Linguistik di Indonesia. Jakarta: Arcan.
Brown, Gillian and Levinson. 1987. ‘Universals in lenguage usage: Politeness phenomena’, dalam Esther N. Goody (Ed) Questions and Politeness. Camridge: Cambridge University Press.
Alisjahbana, S Takdir. 1978. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat.
______________. 1987. Beberapa Prinsip Perpaduan Leksem dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.
______________. 1983. Semantics. New York: Penguin Books Ltd.
__________. 1991. Tatabahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit PT Grasindo.