Analisis Penggunaan Matawa (または) dan Aruiwa ( あるいは) dalam Bahasa Jepang (Tinjauan Semantis)

Tugas Akhir / Skripsi Sastra Jepang
Penulis: Een Nur Icmi Muhamad
Jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin
Makassar
2014

Abstraksi

Setsuzokushi atau kata sambung merupakan salah satu kelompok kata yang di dalamnya terdapat beberapa kata dengan kemiripan makna, salah satunya adalah sentaku no setsuzokushi yang berfungsi sebagai kata sambung yang menyatakan pilihan. Matawa dan aruiwa adalah contoh dari kata sambung yang memiliki kemiripan makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari matawa dan aruiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa matawa dan aruiwa memiliki kemiripan makna. Apabila makna dari kedua kata tersebut mirip, kedua kata sambung ini dapat saling menggantikan. Namun kedua kata sambung ini memiliki perbedaan pada makna dimana aruiwa yang dapat digunakan untuk menyatakan kemungkinan tidak dapat disubstitusi matawa karena aruiwa yang memiliki makna ‘menyatakan kemungkinan’ merupakan fukushi.

Kata kunci: Matawa, Aruiwa, Setsuzokushi, Sentaku no Setsuzokushi, Semantik


Daftar Pustaka

Tokugawa dan Miyajima. 1976. Ruigigo Jiten. Tokyo: Tokyodo Shuppan.
Sutedi, Dedi. 2009. Bahan Kuliah: Pengantar Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.
Sutedi, Dedi. 2004. Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang Edisi Revisi. Bandung: Humaniora.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: PT. Alfabeta.
Sudjianto. 1996. Gramatika Bahasa Jepang Modern. Jakarta: Kesaint Blanc.
Sudjianto & Dahidi, Ahmad. 2009. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc.
Sudaryanto. 1990. Aneka Konsep Kedataan Lingual dalam Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press
Sudaryanto. 1988. Metode Linguistik Bagian Kedua: Metode dan Aneka Teknik Pengumpulan Data. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Sudaryanto. 1986. Metode Linguistik Bagian Pertama: Ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Shinmura, Izuru. 1999. 広辞苑第五版. Tokyo: Iwanami Shoten.
Pateda, Mansoer. 2011. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
Ono, Hideichi. 1973. Japanese Grammar. Tokyo: The Hokuseido Press.
Oki, Hiroko. 1998. 接続詞「あるいは」と「または」の意味について—談話展開機能の獲得にふれて. Tokyo: http://hdl.handle.net/10091/1134 (Diakses pada 16 Oktober 2012)
Nagayama, Isamu. 2009: 国文法の基礎. Jepang. Penerbit Rakuyousha.
Mitaka, Osawa. 1965. Modern Japanese for students part 1. Japan: Japanese Department. International Christian University.
Lyons, John (Terjemahan │ Sutikno). 1995. Pengantar Teori Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Harimurti, Kridalaksana. 1990. Kelas Kata dalam Penulisan Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.
Djajasudarma, T. Fatimah. 2009. Semantik 1: Makna Leksikal dan Gramatikal. Bandung: PT. Refika Aditama.
Crystal, David. 1991. A dictionary of linguistics and phonetics 3rd edition. USA: Cambridge center.
Asahi Shinbun Digital. September – Oktober 2013. http://www.asahi.com/ (Diakses pada 9 November 2013)
Aoiyama. dkk. 1988. Kamus Jepang Bahasa Jepang Dasar Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta – Tokyo: Bunkacho.