Penggunaan Prefiks 真- (Ma-), 大- (Dai-), dan 超- (Chou-) dalam Asahi Shinbun Digital (Suatu Tinjauan Morfologi)

Tugas Akhir / Skripsi Sastra Jepang
Disusun oleh:: Rika Pertiwi
Jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin
Makassar
2014

Abstraksi

Penulis meneliti penggunaan prefiks 真- (ma-), 大- (dai-), dan 超- (chou-) dalam Asahi Shinbun digital pada penelitian ini. Alasan penulis mengangkat hal tersebut sebagai objek penelitian dikarenakan ketiga prefiks ini memiliki makna yang hampir sama. Ketiga prefiks ini biasa disebut sebagai prefiks yang menyatakan sesuatu yang ‘sangat paling’ dan ‘betul-betul’, sehingga membuat pembelajar bahasa Jepang kesulitan dalam membedakan penggunaan ketiga prefiks ini. Dalam  penelitian ini penulis meneliti perubahan makna kata, kelas kata, dan bentuk kata pada kata dasar yang diberi imbuhan prefiks 真- (ma-), 大- (dai-), dan 超- (chou-). Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang terdiri dari metode simak dan metode dokumentasi. Kemudian metode analisis data yang terdiri dari metodeagih dan metode teknik Bagi Unsur Langsung (BUL).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada proses afiksasi dari prefiks 真- (ma-), 大- (dai-), dan 超- (chou-) tidak mengalami perubahan jenis kata / kelas kata, pada kata dasar yang merupakan kelas kata benda (nomina / meishi) cenderung tidak mengalami perubahan kelas kata. Dalam hal pemaknaan ketiga prefiks ini menunjukkan makna ‘sangat paling’ dan ‘betul-betul’ namun ketiganya mengandung makna yang sedikit berbeda, untuk prefiks 真- (ma-) umumnya mengacu pada sesuatu yang ‘sungguh-sungguh atau betul-betul’ dan juga menunjukkan pada sesuatu yang ‘lebih’ dari apa yang disebutkan kata dasarnya. Untuk prefiks大- (dai-) umumnya mengacu pada sesuatu yang ‘besar’ dan menunjukkan sesuatu yang ‘sangat’ pada kata dasarnya. Untuk prefiks 超- (chou-) umumnya mengacu pada tingkat yang ‘ekstrim’ dan ‘’melampaui dari apa yang disebutkan kata dasarnya. Prefiks 真- (ma-), 大- (dai-), dan 超- (chou-) ada yang mengalami dan ada yang tidak mengalami perubahan bentuk kata. Untuk prefiks 真- (ma-), umumnya yang mengalami perubahan bentuk kata terjadi karena adanya asimilasi bunyi (onbin), adanya penambahan fonem ‘っ’ (onin tenka), dan adanya perubahan fonem dari konsonan bersuara menjadi tidak bersuara (rendaku) yaitu ‘か’ menjadi ‘が. Sedangkan untuk prefiks 大- (dai-) dan prefiks 超- (chou-) tidak mengalami perubahan bentuk kata.


Daftar Pustaka

Wikipedia. (2012, 10). http://www.id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jepang.com. Diakses 02/08/2013 pukul 14.10 WITA.
Verhaar, J. W. (2010). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University.
Vance, T. J. ( 1993). Prefiks dan Sufiks dalam Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc.
Sutedi, D. (2003). Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora Utama.
Sunarni, N. (2009). Morfologi Bahasa Jepang, Sebuah Pengantar. Bandung.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sudjianto, & Dahidi, A. (2004). Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Oriental-Kesaint Blanc.
Sudaryanto. ( 1993). Metode Linguistik ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Riyanto, Y. (19996). Metodologi Penelitian Pendidikan Tinjauan Dasar. Surabaya: SIC.
Ramlan, M. (1980). Morfologi, Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: UP. Karyono.
Nari, Z. I. (2010). Penggunaan Prefiks Fu- (不), Mu- (無), dan Hi- (非) dalam Bahasa Jepang. Makassar.
Matthwes, P. H. (1974). Morphologi, An Introduction to the Teory of Word-structure. Cambridge: Cambridge University press.
Kridalaksana, H. (1993). Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia.
Koizumi, T. (1993). Genggogaku Nyumon. Tokyo: Kabushiki Kaisha.
Kentjono, D. (1982). Dasar-Dasar Linguistik Umum. Jakarta: Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.
Katamba, F. (1993). Morphology. London: The Macmillan Press Ltd.
Japanese, B. (2012, 10 06). http://www.japanesebuginese.wordpress.com. Diakses 11/08/2012 pukul 13.00 WITA.
Dharminto. (2010). www.eprints.undip.ac.id. Diakses 02/28/2013 pukul 15.25 WITA.
Chaer, A. (2007). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Cahyono, Y. B. (1995). Kristal-Kristal Ilmu Bahasa. Surabaya: Airlangga University Press.
……………….. (2008). Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.
………………. (2007). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.