Perbandingan Penggunaan Ninshou Daimeishi (Pronomina Persona) di Zaman Edo ( 1603 - 1868) dan Zaman Heisei (1989 - Sekarang) (Tinjauan Sosiolinguistik)

Tugas Akhir / Skripsi Sastra Jepang
Penulis: Najemiah
Jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin
Makassar
2012

Abstraksi

Dilihat dari penutur dan siapa lawan tuturnya, penggunaan pronomina persona dalam bahasa Jepang sangat bervariasi. Faktor tersebut mempengaruhi terdapatnya variasi bahasa yang digunakan oleh penutur. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan pronomina persona dalam bahasa Jepang serta menemukan perbedaan dan persamaan yang ada di antara zaman Edo dan Heisei. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan untuk menganalisis data penulis menggunakan teknik comparative dalam membandingkan penggunaan pronomina persona di dua zaman yang berbeda yaitu zaman Edo dan Heisei.

Adapun dari hasil penelitian ini ditemukan adanya persamaan di zaman Edo dan Heisei yaitu penggunaan ore, watashi, omae dan anata. Perbedaan yang ditemukan di zaman Edo dan Heisei adalah penggunaan temee dan atashi, karena pada zaman Edo atashi digunakan oleh seorang pria padahal kata atashi merupakan ragam bahasa yang digunakan oleh wanita yang pada zaman Edo dan Heisei digunakan dalam situasi yang tidak formal. Penggunaannya dilihat dari faktor konteks atau situasinya, siapa yang bertutur dan lawan tuturnya. Selain itu terdapat penggunaan kata asshi yang digunakan oleh seorang pekerja dan terdapat pada zaman Edo.

Daftar Pustaka

Yasin, Sulchan. 1987. Tinjauan Deskriptif Seputar Morfologi. Surabaya : Usaha Nasional.
Verhaar. 1991. Pengantar Linguistik. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Tobing, Ekayani. 2006. Keluarga Tradisional Jepang. Jakarta: UI Press.
Tanaka,Toshio. 1990. Nihonggo No Bunpou ; Kyooshi no Gimon ni Kotaemasu. Tokyo : Kindai Bungeisha.
Sutedi, Dedi. 2008. Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung : Humaniora.
Susumu, Omino, dkk. 2000. Furu Go Jiten. Japan : Ootsukashin.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Sudjianto. 2007. Bahasa Jepang dalam Konteks Sosial dan Kebudayaannya. Diakses pada tanggal 29 Maret 2011.
Sudjianto. 2004. Gramatika Bahasa Jepang Modern Seri A. Bekasi : Kesaint Blanc.
Nakamura, Akira. 2011. Gokan Toriningu. Tokyo : Iwanami Shoten.
Nababan. 1984. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: PT.Gramedia.
Muslich, Masnur. 1990. Garis-garis Besar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Malang : YA3.
Motojiro, Murakami. 1986. Shosho no Kokubunpo. Tokyo : Shoryudou.
Mayasari. 2000. Penggunaan Pronomina Persona dalam Novel Ziarah Karya Iwan Simatupang. Ujung Pandang. Fakultas Sastra.Universitas Hasanuddin.
Kridalaksana, Harimurti. 1994. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia.
Izuru, Shinmura. 1998. Kojien Versi 5. Japan: Iwanamishoten.
Isami, Nagayama. 1986. Kokubunpou no Kiso. Tokyo: Rakuyosha.
Hideyoshi, Kenbou, dkk.1965. Koku Go Jiten. Japan: H.Kindaiti.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik Prkenalan Awal Edisi Revisi. Jakarta : Rineka Cipta.
Aslinda dan Leni Syafyahya. 2007. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung ; Refika Aditama.
Alwi, Hasan. Dkk. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdikbud
Alwasilah. 1993. Linguistik Suatu Pengantar. Bandung : Angkasa Bandung.